Sekedar cerita pengalaman saya tinggal di Jakarta mulai tahun 1993. Pertama ngontrak rumah di Cileduk (dekat Graha Raya-Bintaro), suami istri kantor di Sudirman. Hari-hari lewat Cileduk Raya, kadang lewat Karang Tengah, juga banyak jalan alternatif lain. Rata2 sekitar 1,5-2 jam perjalanan pergi dan pulang kantor, macet sepanjang cileduk raya. Musim hujan meskipun rumah nggak kebanjiran, tapi akses semua tertutup karena banjir, pernah nyampe rumah jam 12 malam krn banjir.
Pernah juga ngontrak di Cijantung Jakarta Timur, jarak jauh dan lewat tol, perjalanan ke kantor sekitar 1,5jam. Waktu itu tol cawang sering macet, nggak bisa cari jalan alternatif.Kemudian pernah beli dan tinggal di Bekasi Timur, ngantor bisa naik ojek mobil yang banyak mangkal di pintu tol, atau kalau bawa mobil sendiri juga bisa ngangkut penumpang dari situ ke sudirman (lumayan bisa untuk biaya bayar tol).
Baru 2 bulan tinggal di Bekasi, satu-satunya mobil kami jual untuk DP rumah di Jurangmagu (dekat Bintaro sektor IV). Karena tidak tahan dengan tol Cawang yang sering macet, belum lagi masih dihadang kemacetan di pintu tol jatibening. Saya sering menggerutu, sudah jauh, macet dan harus bayar tol lagi.Di Jurangmangu tinggal di perumahan kecil namanya Karya Indah (Jl. Cipadu Raya). Jarak ke kantor hanya 22 km, bisa lewat Kreo terus Cileduk Raya, atau lewat Bintaro terus Deplu atau Tanah Kusir. Total perjalanan kurang lebih sama karena macet, tapi tidak perlu bayar tol dan kalau sesekali lembur atau tidak bawa mobil, taxipun mau mengantarkan pulang dan nggak takut karena sepanjang perjalanan masih ramai, kendaraan umum juga banyak.
Tinggal di Cipete yang paling enak karena dekat kemana-mana dan lokasinya bagus, selama 5 tahun tinggal disana keenakan.Untung sadar, itu bukan rumah sendiri. Akhirnya beli tanah di daerah Lebak Bulus, setelah ada dana membangunnya sendiri.Oh ya pernah juga punya rumah di Pamulang Estate, meskipun tidak ditempati, tapi sering kesana untuk bersih-bersih. Kemacetan disepanjang Jl. Cirendue Raya.
Sekarang tinggal di Lebak Bulus. Kemacetan di Pondok Indah atau Jl. Fatmawati. Bisa juga lewat Jl. Ciputat Raya yang menuju ke Kebayoran Lama. Macetnya kurang lebih sama (kecuali yang di Cipete), hanya rasanya jaraknya lebih dekat karena yang dilewati keramaian, dan dekat dengan semua kebutuhan.
Kesimpulannya:
-Jarak ke Kantor dan Sekolah sangat penting, karena itu kegiatan rutin setiap hari-Hindari tempat tinggal yang lewat tol karena biaya operasional (bensin dan tarif tol) sangat tinggi. Selain itu, tol tidak menjamin bebas macet, sering tol macet dan kita stuck berjam-jam karena tidak ada jalan alternatif lain.
-Pasangan muda biasanya tergiur dengan sekolah bagus dan mesti mahal. Untuk anak2 yang masih kecil, TK sampai SD, menurut saya kurang perlu sekolah mahal, sehingga biaya sekolah mereka bisa dialihkan untuk menambah cicilan untuk mendapat rumah yang lebih dekat jaraknya. Pengalaman saya pribadi, anak saya pernah sekolah di SD di gang sempit (di Cijantung), pernah di SD Inpress (di Bekasi), pernah juga di SD Negeri (di Jurangmangu), tetapi ternyata bisa juga mengikuti pelajaran di SD dan SMP umum di Amerika, SMA di 70 dan sekarang kuliah di UI. Yang terpenting bagi anak-anak adalah sekolah yang dekat dengan rumahnya.
-Pasangan muda biasanya suka tinggal di komplek perumahan yang besar seperti BSD, Bintaro, Legenda Wisata, karena tergiur dg. fasilitas2, kolam renang, club house, dll. Kalau dipikir, fasilitas2 itu hanya sesekali saja dinikmati, paling2 kalau weekend, itupun masih kadang harus belanja, silahturahmi dll.Biasanya perumahan2 tsb, setiap weekend jalanan macetnya lebih parah.Sementara untuk bekerja sehari-hari juga harus melewati jarak yang jauh, lewat tol dan plus macet juga. Selain harga rumahnya sendiri sudah mahal karena kita ikut membeli infrastrukturnya.
Saran saya :
-Cari rumah sedekat mungkin dengan lokasi kantor, dan banyak terdapat pilihan sekolah yang bagus untuk anak-anak SMP ke atas (sekolah negeri yang bagus dan tidak mahal tidak banyak di daerah perumahan2 tsb).
-Tidak harus tinggal di perumahan besar, kenyataanya pergaulan dengan tetangga lebih sulit, dan sewaktu-waktu nggak punya pembantu bisa ruwet karena susah dapat tenaga sambatan.
-Sekarang banyak pilihan townhouse yang keamanannya terjamin tapi dekat dengan kota dan masyarakat sekitar.
-Harga 300-400jt, masih bisa dapat rumah sederhana dengan tanah 100-150m di daerah Cipete, Cilandak, Ciganjur dll. Bisa kemudian pelan-pelan di renovasi sesuai keinginan anda.
-KPR bisa juga untuk rumah second dengan surat2 yang jelas, jadi tidak harus rumah baru.
-Kalau kemampuan keuangan anda saat ini untuk mendapat rumah seharga 300jt, sebaiknya anda mencari yang seharga 400jt. Hanya 1-2 th pertama siap2 untuk gali lubang tutup lubang dulu, tahun ketiga biasanya sudah akan sesuai dengan kemampuan anda saat itu. Selebihnya bisa pelan-pelan renovasi dengan tambahan dana dari Bank.
Kebetulan saat ini saya sedang mencari rumah dengan kisaran hrg tersebut di atas, dan sudah banyak yang saya lihat di daerah Jakarta Selatan. Hanya karena tidak urgent maka saya belum menentukan pilihan karena belum ada yang sreg buat saya, tapi siapa tahu sreg untuk anda.Kalau informasi yang saya punya ada yang berminat, saya dengan senang hati membagi dengan anda. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar